Kurikulum

Jurusan Arsitektur yang lahir 1 Oktober 1965, selalu mengadakan perbaikan menuju ke arah penyempurnaan diberbagai sektor, termasuk kurikulumnya. Kurikulum jurusan ini disusun mengikuti dinamika dunia kearsitekturan yang terjadi, serta perkembangan kebutuhan masyarakat. Perkembangan kurikulum Jurusan Arsitektur adalah sebagai berikut:

  • Kurikulum 1965, disusun dan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan Fakultas Teknik pada awal pendiriannya.
  • Kurikulum 1973, disusun lengkap dengan silabus dan aturan pelaksanaannya sampai sarjana muda.
  • Kurikulum 1978, berhasil ditetapkan dan dilaksanakan oleh Jurusan Arsitektur sampai sarjana lengkap melalui kerjasama dengan ITS, yang juga berpedoman pada kurikulum arsitektur dari ITB, UGM dan UI.
  • Kurikulum 1980, merupakan kurikulum dan silabus baku dari konsorsium teknologi sebagai hasil musyawarah besar 4 dan 5 Februari 1980 di Bandung.
  • Kurikulum 1988, merupakan¬† penyempurnaan kurikulum 1980 yang dituangkan ke dalam Buku Pedoman Studi Fakultas Teknik Universitas Udayana 1988 bersama tiga jurusan yang ada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Udayana.
  • Kurikulum 1997, disusun sebagai upaya untuk penyempurnaan kurikulum dalam rangka mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) dan kebutuhan masyarakat yang dituangkan dalam Buku Pedoman Akademik Fakultas Teknik Universitas Udayana 1997.
  • Kurikulum 2002, disusun sebagai upaya untuk mengantisipasi perkembangan ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat akan lulusan jurusan ini di tahun-tahun mendatang. Kurikulum ini mengacu pada SK Mendiknas No. 232/U/2000.
  • Kurikulum 2006, dirancang berdasarkan acuan tingkat kompetensi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh arsitek yang dikeluarkan oleh UIA (Union Internationale des Architectes)/UNESCO for Architectural Education (1996).
  • Kurikulum 2012, disusun berdasarkan persyaratan dari beberapa asosiasi arsitek profesinal dunia seperti Indonesia (IAI), Dunia (UIA), Korea (KAAB), dan Amerika (NAAB) agar kompetensi sarjana arsitek yang dihasilkan dapat memenuhi kualifikasi internasional, sehingga memudahkan lulusan untuk mengembangkan diri menjadi arsitek profesional dalam komunitas global.

Kurikulum 2012

Desain Kurikulum

Kurikulum 2012 menekankan matakuliah Studio Perancangan Arsitektur (SPA) menjadi inti dari kurikulum dengan menempatkan sifat dari proses merancang sebagai sebuah sistensis yang tidak dapat diabaikan dan melibatkan berbagai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Matakuliah SPA 1 sampai dengan SPA 6 dirancang sedemikian rupa, sehingga mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar mendesain yang komprehensif. Latihan-latihan merancang berbagai fasilitas, dengan berbagai kompleksitas, menggunakan berbagai pendekatan, dalam berbagai konteks akan diperoleh mahasiswa. Gradasi kompleksitas dan pendekatan matakuliah ini disusun berbasarkan kompetensi dan tujuan pembelajaran, fokus pembelajaran, lingkup belajar, target sajian, kesulitan struktur/konstruksi dan sistem bangunan, tipologi bangunan, pendekatan perancangan, teknik penyajian, serta konten budaya yang menjadi ciri dari Jurusan Arsitektur Udayana. Gradasi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi semester akan diikuti dengan meningkatnya tingkat kesulitan, kompleksitas, kerumitan, tuntutan, presisi, dan kelengkapan pertimbangan-pertimbangan desain. Setiap kompetensi yang telah diraih sebelumnya harus terus dikembangkan dan dituntut lebih sempurna pada semester berikutnya.