Tujuan Pendidikan dan Profile Lulusan

Tujuan :

  • Menghasilkan sarjana arsitektur yang menguasai pengetahuan kearsitekturan dan yang siap mengembangkan diri untuk berkarya dalam penciptaan arsitektur dan lingkungan binaan yang beridentitas lokal dan berkelanjutan dengan menggunakan teknologi dan pengetahuan modern.
  • Menghasilkan produk-produk penelitian yang berakar pada budaya lokal dalam mengembangkan pengetahuan kearsitekturan dan lingkungan binaan etnik.
  • Menciptakan model-model lingkungan binaan yang beridentitas lokal dan berkelanjutan dalam bentuk kerjasama dengan masyarakat luas.

Sasaran :

  • Mengembangkan pengetahuan kearsitekturan yang berkelanjutan.
  • Mengembangkan program-program pendidikan kearsitekturan yang lebih variatif namun lebih spesifik.
  • Melengkapi fasilitas-fasilitas laboratorium yang mendukung lancarnya proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan.
  • Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain baik lokal, nasional maupun internasional dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Profile Lulusan:

  • Menguasai (dasar-dasar) pengetahuan, methode dan keterampilan merancang arsitektur secara sistimatis dan mantap, sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan/mengkomunikasikan secara efektif dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam wawasan keilmuannya.
  • Mampu menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan merancang arsitektur dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat serta berkarya sesuai dengan kebutuhan tata kehidupan bersama.
  • Mampu bersikap dan berprilaku serta membawa diri untuk siap berkembang secara mandiri sebagai arsitek profesional, tenaga ahli dalam bidang jasa konstruksi, akademisi¬† dan peneliti¬† maupun dalam kehidupan bermasyarakat di era global.
  • Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian yang merupakan bidang keahliannya.
  • Mampu melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai arsitektur etnik sebagai pengukuhan jatidiri (arsitektur tradisional Bali dan nusantara) sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan pengguna di era global, dengan mempertimbangkan tempat (desa), waktu (kala) dan situasi/kondisi (patra) serta catur dresta (kuna,sastra, loka dan desa dresta) yakni empat pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan.