Urban Design
Anggota KBK:
1. Prof.Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP
2. Dr. Ir. Widiastuti, MT.
3. Windu Laskara, ST., MT
4. Kadek Agus Surya Darma, ST.,MT.
Lokus: Bali | Visi: Cultural-Regenerative Tourism City (2026–2030)
1. Fase Resiliensi Budaya & Smart Vernacular (2026–2027)
Fokus pada digitalisasi aturan tradisional dan adaptasi ruang publik pariwisata pasca-masifnya investasi asing.
- Digitalisasi Asta Kosala Kosali: Pengembangan algoritma desain urban yang secara otomatis menghitung Sikut (dimensi tradisional) dan orientasi Kaja-Kelod dalam skala kawasan.
- Re-desain Koridor Pariwisata Inklusif: Transformasi jalan-jalan di Canggu/Seminyak/Ubud menjadi ruang ramah pejalan kaki yang tetap mempertahankan identitas visual Panyengker dan Angkul-angkul.
- Urban Heritage Mapping: Dokumentasi digital desa adat yang terancam oleh ekspansi pariwisata menggunakan pemindaian LiDAR dan GIS.
2. Fase Ekologi Spiritual & Infrastruktur Hijau (2027–2028)
Menyelaraskan konsep Tri Hita Karana (hubungan dengan alam) dengan teknologi mitigasi iklim di destinasi wisata.
- Revitalisasi Teluk & Sempadan Pantai: Perancangan kawasan pesisir pariwisata yang tahan terhadap kenaikan air laut tanpa merusak akses ritual keagamaan (Melasti).
- Water-Sensitive Urban Design (WSUD) berbasis Subak: Mengadaptasi sistem irigasi Subak untuk manajemen air hujan di kawasan urban guna mencegah banjir di titik-titik wisata.
- Agro-Tourism Urbanism: Model perancangan kota yang mempertahankan sabuk hijau (green belt) sebagai ruang produksi pangan sekaligus daya tarik wisata edukasi.
3. Fase Pariwisata Regeneratif & Masa Depan Bali (2029–2030)
Membangun kota yang tidak hanya "mengonsumsi" budaya, tapi juga memperkuat ekosistem lokal.
- Circular Tourism District: Perancangan kawasan wisata dengan sistem Zero Waste yang terintegrasi, di mana limbah hotel diolah menjadi energi atau pupuk bagi lanskap kota.
- Neuro-Architecture dalam Ruang Budaya: Penelitian tentang dampak ruang tradisional Bali terhadap kesehatan mental wisatawan (Wellness Tourism) menggunakan sensor bio-feedback.
- Smart Desa Adat: Pengembangan konsep Smart City yang berbasis pada struktur organisasi Banjar, menggunakan teknologi untuk manajemen kerumunan saat upacara besar (Piodalan).
Matriks Sasaran Roadmap (Perspektif Bali)
|
Tahun |
Fokus Penelitian |
Integrasi Budaya & Pariwisata |
|
2026 |
Smart Vernacular |
Kodifikasi Digital Standar Perancangan Kawasan Berbasis Arsitektur Tradisional Bali (ATB). |
|
2027 |
Pedestrianization |
Transformasi koridor pariwisata menjadi "Living Museum" yang ramah pejalan kaki. |
|
2028 |
Climate Adaptation |
Desain infrastruktur kota yang menyatu dengan estetika lanskap pura dan alam Bali. |
|
2029 |
Wellness Urbanism |
Perancangan kawasan "Healing City" sebagai diferensiasi produk pariwisata Bali global. |
|
2030 |
Regenerative Bali |
Model kota mandiri energi dan air yang 100% selaras dengan filosofi Sad Kerthi. |
Strategi untuk Kelompok KBK:
Roadmap ini dapat diturunkan ke dalam kurikulum atau studio perancangan dengan tema:
- Tugas Akhir Berbasis Isu: Mendorong kelompok mencari solusi desain untuk konflik antara "Kebutuhan Komersial Pariwisata" vs "Kesakralan Ruang Tradisional".
- Eksperimen Material: Penggunaan material lokal (bambu, batu padas, bata ekspos) dengan teknik konstruksi modern untuk fasad bangunan tinggi di kawasan urban.




FACULTY OF ENGINEERING